Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan

Inilah 5 Teknologi Robot Terbaru Di Jepang
















For many people, Japan's annual technology conference, CEATEC, will seem like a TV showroom on steroids. That's because the country's top tech brands cram dozens of their biggest, flattest TVs—and bigger, flatter prototypes—into their booths at the Makuhari Messe convention center, near Tokyo. Companies crank up the brightness on their sets so they can be seen from afar. And the barrage of product ads and media announcements reverberates throughout the venue to produce an unrelenting wall of white noise. The effect is not unlike that of the speakers blaring Wagner's Ride of the Valkyries at a man seated in an armchair in the 1980s TV ad for Maxell cassette tapes.

But CEATEC, which runs from Sept. 30 to Oct. 4, isn't only about TVs. And to focus on them would be to miss out on much of the spectacle. Nissan Motor (NSAN.Y) showed off a robot whose crash-avoidance technology mimics bee behavior. TDK (TDK), which used to make magnetic tapes, devoted space to the wind turbines and solar energy systems that use its high-tech components. Microsoft (MSFT) had its Windows Live. Speaker specialist Bose showcased its technology in cars and headphones. And watchmaker Citizen had everything from capacitors and sensors to ladies' watches as tiny as a one-yen coin. There are hundreds of other smaller companies and vendors that do all the behind-the-scenes stuff, from wiring and chips to motors and software.

Of course, the biggest companies have the splashiest exhibits. The show's big draw? Futuristic prototypes, some of which will never make it out of the lab. Here are a few highlights.

Jika membahas mengenai negara Jepang tentu tidak bisa lepas dari teknologi yang mereka miliki. Jepang memang sangat dikenal dengan kemajuan teknologinya yang cukup pesat selain itu negara yang berada di kawasan Asia ini juga dikenal akan inovasinya dalam bidang teknologi. Banyak sekali produk buatan Jepang yang membanjiri pasar dunia terutama produk-produk dibidang otomotif hingga elektronik dan hal ini tidak lepas dan kemajuan teknologi dari negara Jepang. Di sini kami akan mengajak anda sekalian untuk mengenal 5 teknologi terbaru di Jepang yang akan membuat anda terkagum-kagum.
Selain unggul dalam bidang teknologi otomotif dan elektronik rupaya Jepang juga memiliki teknologi terbaru menarik lainnya di sejumlah bidang termasuk teknologi di bidang pangan dan robot. Dalam beberapa tahun terakhir ini negara Jepang memang sedang fokus dalam pembuatan robot dan salah satu hasil robot buatan Jepang yang terkenal dan menjadi perhatian dari khalayak luas adalan robot humanoid canggih ASIMO. Tanpa berlama-lama di bawah ini adalah 5 teknologi terbaru di Jepang :
1. Teknologi Medis
Baru-baru ini Jepang berhasil mengembangkan teknologi terbaru di bidang medis yaitu dengan membuat sendi buatan hasil kerjasama dari Universitas Tokyo. Sendi buatan ini memiliki kelebihan dibandingkan pendahulunya. Selain tidak mudah longgar, sendi buatan terbaru ini juga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
2. Teknologi Otomotif
Masalah teknologi otomotif di Jepang memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Jepang merajai dunia otomotif dengan menjual produk otomotif mereka ke banyak negara. Kabarnya Jepang sedang mengembangkan teknologi hybird yang akan digunakan dalam kendaraan masa depan. Dengan teknologi ini maka konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit dan lebih ramah lingkungan.
3. Teknologi Robot
Jepang ternyata sedang mengembangkan teknologi robot mereka dengan menciptakan robot canggih bernama Maido-Kun. Robot ini kabarnya mampu berjalan di atas catwalk sehingga mirip dengan model. Bukan tidak mungkin suatu saat ini Jepang bisa membuat robot seperti yang mereka kisahkan dalam serial komik maupun film-film kartun.
4. Teknologi Antariksa
Negara Jepang juga memiliki bandan antariksa yang tidak kalah canggih dengan NASA yaitu JAXA. Kabarnya JAXA berencana mengirimkan robot humanoid pertama ke bulan. Proyek tersebut rencananya akan dilangsungkan pada tahun 2015.
5. Teknologi Pangan
Kemajuan teknologi pangan di Jepang berkembang cukup pesat. Belum lama ini Jepang berhasil menciptakan teknologi baru di bidang pangan. Dengan teknologi tersebut memungkinkan mereka mengubah air laut menjadi air yang bisa diminum.
Itulah 5 teknologi terbaru di Jepang yang perlu anda ketahui. Teknologi yang dibuat oleh orang-orang jepang memang menakjubkan tetapi tentunya kita berharap muncul inovasi-inovasi lain yang berguna bagi banyak orang terutama inovasi yang berasal dari Indonesia.

Sumber : http://digikidz.id/inilah-5-teknologi-robot-terbaru-dijepang/

Penelitian Terbaru, Teknologi di Anime (Mungkin) Bisa Mengubah Masa Depan Manusia








Teknologi di Anime

Sekelompok peneliti di Jepang telah menemukan cara agar pesawat ruang angkasa bisa kembali memasuki atmosfer Bumi lebih aman menggunakan teknologi yang pertama kali dipopulerkan dalam serial anime Mobile Suit Z Gundam.
Sebuah alat berbentuk setengah lingkaran yang disebut “ballute,” digunakan oleh Mobile Suit dalam salah satu seri anime Gundam, Mobile Suit Zeta Gundam, digambarkan mampu mengirimkan kembali mecha tersebut kembali ke Bumi dengan lebih aman melalui atmosfer. Teknologi tersebut kemudian dijadikan bahan penelitian.
Para peneliti Jepang menggunakan metode kembalinya mecha tersebut pada sebuah satelit micro bernama EGG. Hasilnya, ballute mampu mendaratkan satelit tersebut, melalui amosfer lebih perlahan kecepatannya, dan berkat adanya lapisan pelindung panas aeroshell yang melindunginya seperti parasut, satelit tersebut aman melalui atmosfer.
Keberhasilan para peneliti Jepang dalam mengamankan jalan pulang satelit dari luar angkasa ini diumumkan pada 23 Juni lalu. Hal ini juga sekaligus menjadi pemicu dimulainya pengembangan teknologi yang dipercaya mampu mengurangi risiko pesawat luar angkasa mengalami panas berlebihan akibat gesekan dengan atmosfer dalam kecepatan yang sangat tinggi, ketika akan kembali ke Bumi sambil membawa para astronot.
“EGG akan sangat berguna untuk membawa kembali contoh dari luar angkasa, sekaligus menjelajahi planet beratmosfer seperti Mars,” ujar Kojiro Suzuki, salah satu anggota tim peneliti dan juga seorang profesor aerospace engineering di Universitas Tokyo.
Pada bulan Januari 2017 lalu, tim peneliti ini mengirimkan satelit berukuran kecil, hanya 34-sentimeter saja. Satelit ini kembali ke Bumi dari International Space Station (ISS), yang mengorbit sekitar 400 kilometer dari Bumi, dengan dibekali Gossamer aeroshell dan GPS/Iridium” (EGG). Lapisan aeroshell-nya sendiri memiliki diameter 80 cm, dan dibuat menggunakan material yang sama seperti yang digunakan untuk membuat pakaian anti api.
Perangkat perlindungan ini digelembungkan agar terbuka seperti parasut, serta memakan waktu sekitar tiga bulan untuk turun pada kecepatan yang melambat, dan tidak lagi menghadapi hambatan udara.
Pada akhirnya, lapisan aeroshell terbakar di atmosfer sekitar 95 km di atas perairan khatulistiwa Pasifik pada pertengahan bulan Mei, sesuai yang sudah dijadwalkan.
Jika cara yang sama digunakan pada pesawat ruang angkasa yang akan kembali ke Bumi, maka pesawat bisa masuk kembali ke bumi pada kecepatan yang lebih lambat, mereka dapat mencegah kemungkinan overheat, sekaligus juga meyakinkan pesawat mengalami pendaratan yang aman.
Teknologi Anime Gundam di Dunia Nyata

Bukan kali ini saja teknologi dari anime Gundam menginspirasi ilmuwan di dunia nyata, dan mungkin saja bisa mengubah masa depan manusia jika berhasil diaplikasikan di masa depan. Sebelumnya teknologi dari Gundam: The Origin, melalui Technology Lab, sekelompok tim yang menjajaki kemungkinan teknologi dari Mobile Suit Gundam: The Origin diterapkan di dunia nyata.
Tahun lalu mereka sempat melakukan wawancara dengan profesor Tatsuaki Hashimoto, control engineer di JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency), salah satu dari peneliti di JAXA yang juga seorang penggemar Gundam. Topiknya adalah mengenai kemungkinan apakah MS-01 Mobile Worker (dikenalkan melalui The Origin, dan menjadi prototype  Zaku), bisa dikirimkan ke Bulan dan melakukan penelitian langsung di sana.
Sayangnya menurut sang profesor, membawa Mobile Worker seberat 70 ton ke luar angkasa masih terlalu mahal biayanya dengan kekuatan satu roket saat ini, namun mungkin dilakukan dengan beberapa roket sekaligus. Ketika masalah peluncuran teratasi, juga perlu dipikirkan bagaimana membuat mecha tersebut bisa berjalan di Bulan.
Meskipun teknologi dari anime Gundam masih terlalu dini bisa diterapkan di dunia nyata, namun banyak yang yakin di masa depan kita akan bisa melihat robot-robot besar tersebut dan juga teknologinya yang eksis di anime Gundam, dan bahkan mungkin bisa mengubah masa depan manusia.

- Copyright © Technology Everywhere - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -